Petenis Indonesia, Janice Tjen, berhasil melaju ke semifinal ganda putri ASB Classic 2026 setelah meraih kemenangan melawan wakil Indonesia lainnya. Berpasangan dengan Caty McNally dari Amerika Serikat, mereka menunjukkan performa yang mengesankan di babak perempat final.
Pada laga yang digelar di Brisbane, McNally dan Tjen berhasil menyingkirkan Aldila Sutjiadi yang berpasangan dengan petenis Jepang, Makoto Ninomiya. Setelah melalui pertarungan ketat, McNally/Tjen keluar sebagai pemenang dengan skor 6-3, 5-7, dan 10-5 dalam super tiebreak.
Pertandingan berlangsung sangat menarik sejak set pertama, di mana kedua pasangan saling menghadirkan permainan yang agresif. McNally/Tjen sempat unggul lebih dulu, namun pasangan lawan memberikan perlawanan yang sengit dengan beberapa kali menyamakan kedudukan yang membuat pertandingan semakin menegangkan.
Keberhasilan Janice Tjen Dalam Menyumbangkan Poin Penting
Janice Tjen menunjukkan ketangguhannya sebagai petenis yang berbakat. Kemampuan untuk menyesuaikan permainan dengan lawan menjadi salah satu kunci keberhasilan mereka. McNally/Tjen tampil lebih konsisten dan sering kali mampu memanfaatkan kelemahan dari lawan-lawan mereka.
Setiap servis yang dilakukan oleh McNally selalu diiringi dengan dukungan strategi permainan yang solid. Keduanya melakukan gerakan cepat dan akurat yang membuat lawan sulit untuk mengantisipasi pukulan demi pukulan yang dilancarkan.
Aldila dan Ninomiya juga tidak kalah tangguh, sedikitnya mereka memberikan perlawanan yang berarti. Pada set kedua, mereka berhasil membalikkan keadaan setelah tertinggal dan akhirya merebut set tersebut dengan skor 7-5, memaksa pertandingan masuk ke super tiebreak.
Jalannya Pertandingan yang Menegangkan dan Tak Terduga
Sejak awal set pertama, McNally/Tjen sudah menunjukkan sinyal positif. Mereka merebut poin demi poin dengan efektif, dan meskipun lawan mereka berusaha keras, nyatanya McNally/Tjen tetap memimpin sampai akhirnya menutup set dengan skor 6-3. Pertahanan yang solid dan serangan yang cermat adalah kombinasi kunci mereka.
Set kedua menjadi nuansa berbeda ketika Aldila dan Ninomiya memasuki pertandingan dengan tekad baru. Dari keunggulan 3-1, segalanya berubah ketika mereka berhasil menyamakan kedudukan, menunjukkan mental bertanding yang kuat. Lipatan emosi di lapangan terlihat jelas saat mereka merebut set kedua, menciptakan ketegangan yang mengundang sorakan penonton.
Pada set penentuan, McNally/Tjen kembali menunjukkan keunggulan. Mereka tampil dominan dan memanfaatkan momentum, dan tidak memberikan celah bagi lawan untuk mengembangkan permainan. Dengan penuh percaya diri, mereka menutup super tiebreak dengan kemenangan telak 10-5, memastikan langkah ke semifinal.
Menantang Pasangan Tangguh di Semifinal
Keberhasilan ini membawa McNally/Tjen bertemu dengan pasangan tangguh lainnya di semifinal, Guo Hanyu dari China dan Kristina Mladenovic dari Prancis. Pertandingan ini tentunya akan menjadi tantangan baru yang menarik bagi mereka berdua.
Menjelang semifinal, Janice Tjen harus mempersiapkan diri dengan matang. Pengalaman yang didapat dari pertandingan sebelumnya akan menjadi aset berharga dalam menghadapi lawan yang lebih kuat. Strategi dan konsistensi permainan akan menjadi fokus utama mereka.
Para penggemar tentu berharap Janice Tjen mampu melanjutkan performa gemilang yang ditunjukkannya selama pertandingan sebelumnya. Pertemuan ini diharapkan akan menyajikan tontonan menarik dan menegangkan di arena tenis internasional.